Tampilkan postingan dengan label peduli sesama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peduli sesama. Tampilkan semua postingan

PEDULI YATIM

Keutamaan Anak Yatim
"Santunan Kita Senyum Kebahagiaan Bagi Mereka"
Temen-temen Meja-Online, para pengasuh, pengurus, dan penyantun anak yatim yang mulia; apakah dalam hati temen-temen ada kekerasan dan temen-temen ingin agar Allah SWT menghilangkannya? Apakah temen-temen ingin menjadi teman Nabi SAW di surga kelak? Apakah temen-temen ingin mendapatkan kebajikan yang melimpah dengan suatu amalan yang sederhana?

Jika temen-temen menginginkan semua itu maka posisikanlah diri anda sebagai orang tua, pemelihara, penyantun anak yatim, sayangilah mereka, dekatilah mereka, senyumlah kepada mereka, belailah kepalanya, senangkanlah hati mereka dan datangkan kegembiraan dalam jiwanya yang kehausan.

Berbakti Kepada Anak Yatim Merupakan Kebajikan Terbesar:
Allah SWT memerintahkan untuk berbuat baik kepada anak yatim dalam beberapa ayat-Nya yang mulia, diantaranya adalah firman Allah SWT: (sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,) (QS. An-Nisa`: 36).

Dan juga firmanNya: (…. dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, Maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang Mengadakan perbaikan. dan Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.) (QS. Al-Baqarah: 220).

Allah SWT juga menjadikan berbuat baik kepada anak yatim sebagai amalan kebajikan terbesar; Allah SWT berfirman: (bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.) (QS. Al-Baqarah: 177).

Sedangkan Rasulullah SAW perhatiannya terhadap anak yatim sangatlah besar sampai-sampai beliau memberikan kabar gembira kepada orang yang mengasuhnya dan memenuhi kebutuhannya untuk menjadi teman beliau di surga yang luasnya adalah seluas langit dan bumi; beliau bersabda: “Aku dan pengasuh anak yatim dalam surga seperti ini” beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan merenggangkan sedikit [HR. Bukhori]. Ibnu Bathal mengatakan: kewajiban orang yang mendengarkan hadits ini adalah untuk mengamalkannya agar menjadi teman Nabi SAW di surga yang tidak ada kedudukan yang lebih mulia darinya.

Sebagaimana juga Nabi SAW memberikan kabar gembira kepada orang yang berbuat baik terhadap anak yatim meskipun hanya dengan membelai kepalanya dengan kebaikan yang sangat banyak; beliau bersabda: “barang siapa yang membelai kepala anak yatim dan tidak membelainya kecuali karena Allah SWT; maka baginya pada setiap rambut yang dibelainnya adalah kebaikan; dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim yang ada dalam tanggungannya maka aku dan dia di surga bagaikan ini”.

Dalam Berbuat Baik Kepada Anak Yatim Terdapat Keselamatan:
Allah SWT memberikan pengasuh dan penanggung anak yatim keselamatan dan jalan keluar dari huru-hara dan kesulitan-kesulitan pada hari kiamat; Allah SWT berfirman: (tetapi Dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. tahukah kamu Apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi Makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,) (QS. Al-Balad: 11-15)

Sayang Terhadap Anak Yatim Menghilangkan Kekerasan Hati:
Ada seorang lelaki yang mengadu kepada Rasulullah SAW akan kekerasan hatinya dan beliau mewasiatinya dengan membelai kepala anak yatim.

Nabi SAW juga memberikan pujian kepada kaum wanita Quraisy atas upayanya dalam menjaga anak yatim. Rasulullah SAW bersabda: “sebaik-baiknya wanita penunggang unta adalah wanita quraisy, merekalah yang paling penyayang terhadap anak yatim di masa kecilnya dan sangat menjaga suami yang ada disisinya”.

Wahai saudaraku para pembina anak yatim; dengan amalan yang anda lakukan anda akan bersama Rasulullah SAW di surga; namun dengan syarat mengikhlaskan niat kepada Allah SWT dan yakinlah bahwa didikan yang anda berikan terhadap anak yatim, kesabaran anda atas perilaku mereka dan ajaran Al-Qur`an dan ibadah yang anda berikan kepada mereka adalah pahala dan kebaikan yang tidak akan pernah terputus sampai setelah kematian anda. Maka bersegeralah dan manfaatkanlah kesempatan berharga ini untuk memperhatikan anak yatim.

Tujuan dari Program ini adalah :
  1. Membantu anak-anak yatim di wilayah Desa Cibeber I Kec. Leuwiliang Kab. Bogor Prov. Jawa Barat Indonesia.
  2. Mempererat hubungan dengan member di Page ini.
  3. Meningkatkan amal ibadah para member.
  4. Membantu mengingatkan sedekah atau zakat.
  5. Membuat Acara/Kegiatan yang berhubungan dengan pemberian santunan anak yatim.
  6. MEMBUMI MANUSIA dengan BERIMAN, BERTAKWA dan BERBUAT BAIK sesamanya.

Jadikanlah ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits Nabi SAW yang kami sampaikan di atas sebagai dorongan, selogan dan kalimat yang senantiasa berada di depan anda yang mendorong anda untuk senantiasa berbuat untuk anak yatim dan sabar atas perilakunya. Mudah-mudahan Allah SWT menyertai dan memudahkan langkah kita dalam menggapai kebaikan dan ketaatan kepadaNya; karena sesungguhnya hanya Allah SWT-lah pemimpin hal ini dan yang mampu menguasainya. Allahumma Amiiiin…… 

Jika temen-temen semua tergugah hatinya dan bemaksud menginfaqkan sebagian hartanya untuk kebahagiaan mereka, silahkan transfer ke rekening BNI dengan Nomor Rekening 021-546-5237 a.n. Endah Permata Salim.

inspirasi http://www.gerakkan-sedekah-membabibuta.com

Memberi = Investasi Rezeki



Dalil matematika manapun akan mengatakan bahwa untuk memperbanyak apa yang anda miliki adalah dengan cara menambahnya, bukan menguranginya, apalagi memberikannya kepada orang lain. Semakin banyak anda memberikan kepada orang lain, maka semakin habislah apa yang anda miliki. Benarkah demikian?

Alam semesta memiliki rumus tersendiri yang tidak bisa dinalar oleh pikiran manusia. Lao Tze dengan ajaran Tao nya mengatakan bahwa anda tidak bisa mengisi sebuah mangkuk dengan air jika anda tidak mengosongkannya terlebih dahulu. Makna yang tersirat adalah bahwa apa yang anda dapatkan bukan semata-mata karena usaha anda sendiri, namun ada campur tangan Tuhan disitu. Oleh karenanya, apa yang telah anda peroleh dengan cuma-cuma, berikanlah juga untuk orang lain secara cuma-cuma. Dengan demikian "mangkuk" anda akan selalu dipenuhi-Nya. Tetapi, perlu diingat bahwa rumus tersebut baru akan bekerja jika ada ketulusan didalamnya. Artinya, jika anda melakukannya dengan mengharapkan balasan, itu masuk dalam kategori investasi. Dengan demikian rumus rejeki diatas tidak akan berhasil.

Yang dimaksud memberi tidaklah harus berupa uang, namun apapun yang dapat anda lakukan untuk membantu orang lain. Saya pernah bertemu dengan seorang pemilik salon kecantikan di daerah Jakarta Selatan. Dia termasuk pengusaha sukses di bidangnya. Salonnya begitu megah dan tak pernah sepi dikunjungi orang. Melihat penampilan dan mobil yang dikendarainya, setiap orang bisa langsung mengetahui bahwa dia orang yang berduit. Siapa yang menyangka dibalik kemewahan dan kesuksesannya, dia memiliki satu kegiatan sosial yang rutin dilakukannya. Sebulan sekali, dia akan mengunjungi panti asuhan untuk memotong rambut anak-anak yang ada disitu tanpa dipungut biaya dan dia melakukannya dengan senang hati dan benar-benar menikmatinya. Sangat mengagumkan mengetahui bahwa ketika anda mendayagunakan diri anda untuk orang lain dengan tulus, maka hidup anda tidak akan pernah terlantar dan kekurangan.

Rumus rejeki diatas mengajarkan bahwa hidup haruslah berbagi. Hidup anda barulah bermakna jika bermanfaat untuk orang lain. Ketika anda menggunakan apa yang anda miliki untuk memperbaiki hidup orang lain, maka alam semesta lah yang akan memperbaiki hidup anda. Jadi janganlah khawatir akan kekurangan. Makin besar ketulusan yang anda berikan, makin banyak pula pintu rejeki yang akan terbuka untuk anda. Itulah hukum alam.

sumber http://www.gerakkan-sedekah-membabibuta.com/index.php?option=com_content&view=article&id=212&Itemid=202

Rahasia Mencari Uang Terbesar Sepanjang Sejarah

Salah satu buku yang menjadi favorit saya kary Joe Vitale ini berjudul "The Greatest Money Making Secret In History." Bercerita tentang prinsip dasar untuk menghasilkan uang dengan menggunakan hukum penarikan atau Law of Attraction. Berikut tulisannya saya kutip di bawah ini: 

Jika Anda membutuhkan uang, anda hanya perlu melakukan satu hal. 


Ia adalah satu hal yang pernah dilakukan dan masih sering diamalkan oleh orang paling makmur di muka bumi.


Ia adalah satu hal yang telah tertulis dalam beragam budaya kuno dan masih didengungkan sekarang ini. 

Ia adalah satu hal yang akan menghasilkan uang kepada orang yang melaksanakannya namu pada saat yang bersamaan kebanyakan orang takut melakukannya. 

Apakah satu hal tersebut? 

John D. Rockefeller mengamalkannya sejak ia masih kanak-kanak. Ia menjadi Millioner. 

Andrew Carnegie melakukannya juga. Ia menjadi konglomerat. 

Apakah rahasia mencari uang terbesar dalam sejarah itu? 

Apakah satu hal yang bekerja untuk semua orang itu? 

Memberikan uang. 

Ya, benar. Berikan Uang. 

Berikan ia kepada orang yang membantu anda berhubungan dengan dunia anda paling dalam. 

Berikan ia kepada orang yang menginspirasi anda, melayani, menyembuhkan dan mencintai anda. 

Berikanlah uang kepada orang-orang tanpa mengharap balasan darinya, tapi berikanlah dengan kesadaran bahwa uang itu akan kembali kepada anda berlipat ganda dari suatu sumber. 

Pada tahun 1924 John D. Rockefeller menulis kepada anaknya dan menerangkan perbuatannya memberikan uang. Ia menulis sebagai berikut, "...pada awal memperoleh uang, jauh saat saya masih kecil, saya mulai memberikannya dan terus meningkatkan pemberian itu bersamaan dengan meningkatnya penghasilan saya..." 

Apakah anda memperhatikan apa yang telah dikatakannya? 

Ia memberikan lebih banyak uang ketika ia memperoleh lebih banyak pendapatan. Ia telah memberikan $550 juta sepanjang perjalanan hidupnya. 

Nah begitu tulisan pada salah satu bab "The Greatest Money making Secret In History". Sebagai seorang spiritualis, dia mengakui adanya hukum tarik menarik atau hukum sebab akibat atau istilah lainnya hukum karma. Bila anda berbuat baik maka anda akan mendapatkan karma baik dan begitu pula sebaliknya.

sumber http://www.gerakkan-sedekah-membabibuta.com/index.php?option=com_content&view=article&id=211&Itemid=201

KALAU Mau Rezeki Bertambah Cobalah Berbagi



 "KALAU mau bertambah, cobalah Karta berbagi...." Suara Haji Muhidin itu terngiang terus di telinga Karta, seorang penjual ikan di Pasar Jembatan Lima, Kota, Jakarta.

Karta mengadu pada Haji Muhidin bahwa penghasilannya tidak pernah cukup. Dagangan dia bukannya tidak laku. Tapi dia terbentur pada modalnya yang kecil, sehingga perolehan keuntungan pun sedikit. Itu sebabnya, Karta mendatangi Haji Muhidin untuk meminta nasihat agar ada yang memberi tambahan modal.

"Karta, perkara nambah modal mah gampang. Asal Karta bersyukur, penghasilan pasti ditambah. Bahkan kadang enggak perlu modal tambahan. Kan, perkara rezeki bertambah, perkara syukur. Kata Allah, kalau kita bersyukur, maka akan ditambahi dengan segala nikmat."
 
Support : Media Jelajah Online | DhifaOutlet | KiosTravel
Copyright © 2013. Media Jelajah Online - All Rights Reserved
Template Modify by Hafidz Ma'mun
Proudly powered by Blogger